BAB
: 1
A.
Ilmu sosial budaya dasar sebagai
komponen MBB
Ilmu
sosial budaya dasar (MBB) adalah salah satu mata kuliah kelompok mata kuliah
berkehidupan bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi. Visi MBB di perguruan
tinggi merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelengara program studi guna
mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan soaial, kemampuan
hidup bermasyarakat,pengetahuan tentang pelestarian sumber daya alam dan
lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu
pengatahuan,teknologi dan seni, misi MBB di perguruan tinggi membantu menumbuh kembangkan;
daya kritis, daya kreatif,apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap
nilai-nilai sosial yang:
1. Bersifat
demokratis,berkeadaban, dan menjujung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat
serta peduli terhadap sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2. Memilik
kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
3. Ikut
berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dan lingkungan hidup
secara arif.
Mata kuliah ISBD mengetengahkan
pengetahuan dasar tentang konsep manusia,kebudayaan,sosiologi,nilai moral,hukum
sains,teknologi,seni, dan lingkungan. Lulusan PT harus memiliki 3 kemampuan:
1.Kemampuan
akademik: kemampuan berkomunikasi secara ilmiah;baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan
analisis, berpikir logis,kritis, sistematik dan analitik,mampu merumuskan dan
memecahkan masalah.
2.kemampuan
propesional: kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan.
3.kemampuan
personal adalah kemampuan kepribadian, dengan pengetahuan mampu menunjukan
sikap,tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian
Indonesia,memahami nilai-nilai keagamaan,mempunyai kepekaan terhadap berbagai
masalah. ISBD sebagai integrasi dari ISD dan IBD memberikan dasar pengetahuan
sosial dan konsep-konsep budaya kepada manusia, sehingga mampu mengkaji maslah
sosial. Kemanusiaan,dan budaya,sehingga diharapkan manusia peka, tanggap kritis serta berempati atas solusi
pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
B.
Masalah-masalah sosial budaya masyarakat
Masalah-masalah
sosial telah menghantui manusia karena dianggap sebagai penganggu kesejahteraan
hidup mereka sehingga meransang warga masyarakat untuk mengidentifikasi,
menganalisis,memahami, dan memikirkan cara-cara untuk mengatasinya.
Masalah-masalah sosial dapat didefinisikan
sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar
masyarakat sebagai suatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai karenannya
dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.
C.Ruang
lingkup ilmu sosial budaya dasar
Pengelompokan ilmu pengatahuan menurut
Prof, DR. Harsja Bachtiar (dalam abdul kadir, Muhamad,2005:1) yang
mengelompokan ilmu dan pengetahuan menjadi tiga yaitu:
1. Ilmu-ilmu
alamiah(natural sciences)
2. Ilmu-ilmu
sosial(social sciences)
3. Pengetahuan
Budaya(the Humanisties)
Ilmu-ilmu alamiah
bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam
semesta. Untuk mengkaji digeneralisasikan, kemudian dapat dibuat prediksi,yang
termasuk kelompok ini adalah astronomi, fisika,kimia,biologi, mekanika,
kedokteran dan lain-lain.
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk
mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah dengan meminjam dari ilmu-ilmu
alamiah, yang termasuk dalam kelompok ini,antara lain: ekonomi,
sosiologi,politik,demografi, antropologi sosial.
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari
arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Yang termasuk kelompok ini
antara lain: filsafat,seni,sejarah,antropologi budaya,hukum,agama,dan
lain-lain.
Ilmu sosial budaya dasar disatu sisi termasuk dalam
kelompok ilmu sosial dan sisi lain termasuk kelompok pengetahuan budaya. Metode
pendekatannya mengunakan pendekatan gabungan (combinet approach) yaitu di satu
sisi pendekatan terhadap manusia mahluk sosial dan interalsi dalam kelompok
sosialnya, disisi lain pendekatan terhadap manusia mahluk budaya dan
kemanusiaan.
Ilmu sosial budaya dasar adalah bertujuan untuk
mengembangkan kepribadian manusia sebagai mahluk sosial dan sebagai mahluk
budaya yang berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah
dengan baik,memahami konsep-konsep dasar tentang manusia sebagai mahluk sosial.
Manusia sebagai mahluk sosial (zoon politicon) artinya manusia sebagai individu tidak mampu
hidup sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama individu lainnya.
Manusia
sebagai mahluk berbudaya(homo humanus) artinya, manusia itu mahluk ciptaan
Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali
dengan unsur-unsur(ratio),rasa(sense) yang membedakan dengan mahluk lainnya.
BAB II
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
A.Pengertiaan sosial
budaya
Istilah sosial budaya merupakan bentuk gabungan dari
istilah sosial dan budaya. Sosial dalam arti masyarakat, budaya atau kebudayaan
dalam arti sebagai semua hasil karya,rasa,dan cipta masyarakat. Sosial budaya
dalam arti luas mencakup segala aspek kehidupan. Maka pengertian sistem sosial
Indonesia dapat dirumuskan sebagai totalitas tata nilai,tata sosial, dan tata
laku manusia Indonesia yang merupakan manifestasi dari karya,rasa dan cipta
didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila
dan undang-undang dasar 1945,pengartian sosial budaya mencakup dari dua segi utama kehidupan
manusia.
1.segi kemasyarakatan
Manusia demi kelangsunagn hidupnya haru mengadakan
kerjasama dengan sesama manusia.
2.segi kebudayaan
Kebudayaan merupakan totalitas cara hidupo yang
manifestasinya tampak dalam tingkah laku yang terlembagakan.
B.Bentuk sosial budaya
Bentuk sosial budaya, artinya setiap kelompok sosial
budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan berdasarkan tipe kelompok,
yang membedakan dengan kelompok yang lain. Tipe kelompok dibedakan lagi menjadi
tradisional dan modern. Dengan demikian ada (4) macam tipe kelompok sosial
budaya yaitu:
1.tipe kelompok sosial
budaya berdasarkan kesatuan geografis, seperti desa, kota,daerah aliran
sunggai,daerah pantai,dan daerah pengunungan.
2.tipe kelompok sosial
budaya berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah, seperti keluarga.
3.tipe kelompok sosial
budaya berdasarkan kepentingan yang sama, seperti koperasi, lembaga swadaya
masyarakat, dan yayasan.
4.tipe kelompok sosial
berdasarkan kesakliah profesional, seperti kelompok profesi dan kelompok
pengusaha.
Alasan masyarakat
menyatakan diri dalam tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kesatuan tempat
dan ikatan alamiah Antara lain karena:
1)mata pencaharian yang
sama sehingga penerapan asas gotong-royang dan tolong menolong lebih efektif
dan efisien.
2)keturunan (etnis)
yang sama, budaya yang sama yang mengikat mereka, sehingga berkembang rasa
solidaritas kelompok untuk hidup bersama dan saling melindungi ditempat yang
sama.
C.Tujuan
sosial budaya
Tujuan ilmu sosial budaya dasar sebagai
bagian dari kehidupan bermasyaraklat adalah:
a.
mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman,
kesetaraan,dan kemartabatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam
kehidupan masyarakat.
b.
menumbuhkan sikap kritis, peka,dan arif dalam memahami keragaman,
kesederajatan,dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika
moral,dalam kehidupan bermasyarakat.
c. memberikan landasan pengetahuan dan wawasan
yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup
bermasyarakat,selaku individu dan mahluk sosial yang beradap dalam mempraktekan
pengetahuan akademik dan keahliannya serta mampu mendirikan problem solving sosial budaya
secara bijaksana.
Berpangkal dari tujuan mata kuliah ilmu
sosial budaya dasar diatas, maka ada dua bahan pertimbangan untuk menentukan
ruan lingkup pembahasan yaitu;
1) Adanya
berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang besama-sam merupakan suatu masalah
sosial, biasa ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang-bidang
pengetahuan keahlian yang berbeda-beda sebagai pendekatan tersendiri maupun
gabungan.
2) Adanya
keanekaragaman golongan dan satuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing
mempunyai kepentingan sendiri,tetapi ada juga persamaan kepentingan kebutuhan
serta persamaan dalam pola pemikiran dan tingkah laku yang menyebabkan adanya
pertentangan maupun hubungan kesetiakawan dan kerjasama dalam masyarakat. Untuk
bisa dioprasionalkan kedalam pokok pembahasan dan sub pokok pembahasan.
a) Mempelajari
dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dalam
perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
b) Mempelajari
dan menyadari adanya masalah-masalah individu,keluarga, dan masyarakat.
c) Mengkaji
masalah-masalah kependudukan dan sosialisasi serta menyadari identitasnya
sebagai pemuda dan mahasiswa penerus bangsa dan benegara.
d) Mempelajari
hubungan antara warga negara dan negara.
e) Mempelajari
hubunganm antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.
f) Mempelajari
masalah-maalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
g) Mempelajari
dan menyadari adanya pertentangan-pertentangan sosial bersamaan dengan adanya
integrasi masyarakat.
h) Mempelajari
usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh manusia untuk memanfaatkan
kemakmuran dan pengurangan kemiskinan.
D.Perkembangan
sosial budaya Indonesia
Kebudayaan telah mengalami proses
perkembangan secara bertahap dan berkeseimbangan yang kita konsepkan sebagai
evolusi kebudayaan. Masa kehidupan manusia dapat dibagi menjadi dua yaitu, masa
prasejarah(masa sebelum manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal
tulisan) dan masa sejarah(masa manusia telah mengenal tulisan). Ada dua produk
revolusioner hasil dari akal manusia dakam zaman prasejarah yaitu:
1.penemuan
roda untuk transportasi
2.bahasa
Mengenai
masa prasejarah ini, ada dua pendekatan
untuk membagi zaman prasejarah yaitu:
1. Pendekatan
berdasarkan hasil teknologi, terdiri dari zaman batu tua(palaeolitikum),zaman
batu tenggah(madya mesolitikum), dan zaman batu baru.
2. Pendekatan
berdasarkan model sosial ekonomi atau mata pencaharian hidup seperti:
a)masa
berburu dan mengumpulkan makanan
b)masa
bercocok tanam
c)masa
kemahiran teknik dan perundingan
Sejarah
kebudayaan Indonesia, R. Soekmono (1973) membagi menjadi empat masa yaitu:
1) Zaman
prasejarah, sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan pada abad ke-5
masehi.
2) Zaman
purba, sejak datangnya india sampai runtuhnya Majapahit tahun 1500 masehi.
3) Zaman
madya, sejak datangnya pengaruh islam menjelang akhir kerjaan Majapahit akhir
abad ke-19.
4) Zaman
baru, sejak masuknya anasir barat (Eropa)dan teknik modern kira-kira tahun 1900
sampai sekarang.
Lahirnya peradapan
barat di Eropa di mulai dengan adanya revolusi pemikiran.melalui revolusi
pemikiran inilah lahir sains dan teknologi. Masyarakat Mesir mula-mula membuat
kalender bulan berdasarkan siklus(peredaran) bulan selama 29 ½ hari mereka
menghitung 1 tahun 12 bulan, 1 bulan 30 hari dan lamanya setahun 365 hari,
yaitu 12×30 lalu ditambah 5 hari. Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang
disebut hieroglif bentuk gambar.Demotik adalah tulisan rakyat yang digunakan
untuk urusan keduniawian, misalnya juak beli. Sedangkan huruf tertua di
Indonesia yang dipakai dalam prasasti adalah huruf palawa dalam bahasa
sansekerta.
BAB III
PEMUDA Dan
SOSIALISASI
A.Pengertian pemuda
Sejak revolusi kemerdekaan, pemuda adalah kelompok
umur(15-40 tahun). Hasil jajak pendapat kompas terhadap pemuda berusia 16-30
tahun menunjukkan hanya seperempat bagian responden yang menilai generasi muda
sekarang masih idealis, yakni ingin membantu orang yang memerlukan dan yangf
becita-cita menjadi pemimpin di komunitasnya.
Keunikan atau ciri khas pemuda sekarang yang lain adalah
sikap pragmatisme.persoalan keuangan dan karir adalah persoalan paling utama
bagi generasi muda saat ini. Menurut pandangan mereka, sebagian pemuda generasi
mereka saat ini bercita-cita ingin menjadi kaya dan terkenal. Ketertarikan
untuk terjun di bidang politik, seperti menjadi anggota partai politik maupun
anggota legislatif, sangatlah rendah. Salah satu dampak pemuda saat ini
cederung menjadi lebih pragmatis dan kurang perduli terhadap persoalaan di luar
dirinya. Namun, apabila pemuada bisa meresponi berbagai tantangan kedepan itu
dengan tepat dan mengunakan bebagai referensi yang ada secara bijak, bangsa ini
kedepan masih bisa berharap banyak kepada mereka.
B. Pendidikan
karakter
Pendidikan
karakter di Indonasia sesungguhnya bukan sesuatu yang baru dalam tradisi
pendidikan di Indonesia. Beberapa pendidik di Indonesia modern nyang mencoba
menerapkan semangat pendidikan karakter antara lain: R.A. Kartini, Ki Hjar
Dewantara, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Moh. Natsir, dll.
Pendidikan bisa dikatakan
berkarakter apabila melibatkan berbagai macam komposisi nilai (nilai agama,
nilai moral,nilai-nilai umum,dan nilai-nilai kewarganegaraan). Secara detail
pendidikan karakter memiliki nilai-nilai sebagai berikut:
1)niali
keagamaan
2)nilai
keindahan
3)nilai
adil
4)nilai
cinta tanah air (patriotisme)
5)nilai
demikrasi
6)nilai
kesatuaan
7)nilai
moral
8)nilai-nilai
kemanusiaan
C.Menuju
pendidikan berkarakter
Pendidikan karakter di lembaga
pendidikan (formal) lebih banyak berurusan dengan penanaman nilai. Untuk
mencapai pertumbuhan integral dalam pendidikan karakter perlulah
dipertimbangkan berbagai macam metode yang membantu mencapai idealisme dan
tujuan pendidikan karakter. Metode yang bisa digunakan untuk membantu mencapai
idealisme dan tujuan pendidikan karakter adalah sebagai berikut.
1) Mengajar
2) Keteladanan
3) Menentukan
prioritas
4) Praktis
prioritas
5) refleksi
BAB IV
KEBUDAYAAN,PERADABAN DAN SISTEM NILAI BUDAYA
A. Pengantar
Kebudayaan berasal dari
kata “budaya” yang berasal dari kata sansekerta “Budhayah”, sebagai bentuk
jamak dari buddhi,yang bearti budi atau akal. Kebedayaan adalah hal-hal yang
bersangkutan atau akal.banyak definisi tentang kebudayaan. (coba cari
definisi-definisi tersebut). Koentjaraningrat memberikan pengertian kebudayaan
sebagai “keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu”. Jadi kebudayaan merupakan
produk budaya.
a. Wujud
kebudayaan
Ralp Linton, membagi menjadi wujud
fisik dan non fisik, sedangkan Koentjaraningrat membaginya kedalam tiga
wujud,yaitu wujud ideal: yaitu kompleks ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma,peraturan-peraturan
dan sebaginya yang berfungsi mengatur, mengendalikan dan memberi arah kepada
kelakuan manusia, serta oerbuatan manusia dalam masyarakat, maka sering disebut
“adat tata cara”.
b.Wujud sistem sosial
yaitu kompleks aktivitas kelakuan berpola
dari manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri dari rangkaian
aktivitas manusia dalam masyarakat
selalu
mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan misalnya gotong-royang, kerjasama.
c.Wujud sistem fisik
Wujud
kebudayaan fisik yaitu hasil karya manuasia,misalnya pabrik,komputer
candiborobudur dan laian-lain. Kebudayaan dalam kaitannya dengan ISBD adalah:
penciptaan penerbitan,dan pengolahan nilai-nilai insani,tercakup didalamnya
usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan baik fisik maupun lingkungan
sosial.
Apabila dihubungkan dengan wujud
kebudayaan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat, maka nilai-nilai insani
(nilai etika) itu meliputi nilai kebudayaan ideal dan wujud sistem sosial,
sedangkan nilai estetika terdapat pada wujud kebudayaan fisik. Dikatakan
nilai-nilai etika, karena menyangkut kelakuan dan perbuatan manusia yang sesuai
dan menghargai martabat manusia.
Apabila kelakuan dan perbuatanitu
tidak sesuai atau merendahkan martabat manusia, maka yang timbul adalah masalah
kemanusiaan. Contohnya pemerkosaan wanita, kawin paksa, dan menyiksa pembantu
rumah tangga. Dikatakan sebagai nilai estetika, karena menyangkut hasil karya
manusia. Apabila hasil karya itu tidak berguna, bahkan membunuh atau
menghancurkan itu sendidri maka yang timbul adalah masalah budaya, contohnya
bom nuklir.
Pengembangan budaya yang tidak
manusiawi selalu cenderung menunjukkan sifat kejam,bengis,tidak
adil,rakus,ingin berkuasa melampaui batas,sombong takabur.
B. Perwujudan
kebudayaan
Dimana-mana pada
dasarnya manusia itu adalah sama,karena manusia dibekali penciptanya dengan
akal, perasaan, dan kehendak didalam jiwanya. Yang membedakan adalah perwujudan
budaya menurut keadaan, waktu dan tempat, atau pewujudan budaya dengan
menekankan pada akal, perasaan,dan kehendak sebagai kesatuan, atau hanya
menekankan pada akal saja,(ratio), dengan mengabaikan perasaan.
Menurut Sutan Takdir Alisyabahna, apabila perwujudan
budaya itu penekanannya pada akal(mind), maka akan menimbulkan tingkat
peradaban yang berbeda.
C. Sistem
nilai budaya
Nilai adalah segala
sesuatu tentang yang baik atau yang buruk. Nilai adalah segala sesuatu yang
menarik bagi manusia sebagai subjek. Nilai adalah perasaan tentang apa yang
boleh dan tidak boleh.
Sistem budaya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi
kelakuan manusia, dalam tingkat yang paling abstrak. Sistem-sistem tata
kelakuan yang tingkatannya lebih konrit, seperti aturan-aturan khusus,hukum,
norma-norma,semua berpedoman pada sistem budaya itu. Sistem nilai budaya itu
demikian kuat meresap dalam jiwa warga masyarakatnya, sehingga sukar diganti
dengan nilai-nilai budaya lain dalam waktu singkat.
Ahli antropologi Kluckhhn, membagi sistem nilai budaya
kelima masalah:
1)Hakekat hidup manusia
2)Hakekat karya manusia
3)Hakekat kedudukan
manusia dalam ruang dan waktu
4)Hakekat hubungan
manusia dengan alam
5)Hakekat hubungan
manusia dengan sesamanya
BAB V
MANUSIA DAN
CINTA KASIH
A. Pengantar
Kasih sayang sudah
dikenal sejak anak lahir dan bahkan sejak anak ada dalam kandungan. Dalam
hidupnya kadang-kadang kasih sayang ini ternoda oleh perbuatan-perbuatan keji
yang berlawanan dengan perbuatan kasih sayang. Cinta yang dirasakan orang tua
terhadap anaknya didasarkan atas pengabdian dan segi kesukaan.
Kecintaan orang tua terhadap anaknya didasarkan atas
kerapuhan hati, sebab orang tua mempunyai makna tertentu terhadap anaknya,
yaitu sukses dalam bimbingan atau pendidikan yang diwujudkan dalam pergaulan
orang tua terhadap anaknya. Maka dari itu betapapun buruknya karakter maupun
perbuatan orangtuanya, namun cita-cita yang dibimbing kepada anaknya berwujud
pendidikan untuk menuju kepada ke’utama’an.
Setiap orang tua mencintai anaknya secara merata dalam
arti pengabdian yang sama terhadap setiap anakanya. Mereka mencoba untuk tidak
berat sebelah. Merka ingin agar setiap anaknya berhasil dan bahagia. Dan orang
tua rela berkorban untuk tujuan tersebut.perlakuan yang baik kepada sesama
manusia bukan bearti karena seseoarang itu membela,menyetujui,mendudukung, atau
berguna bagi dirinya, melainkan datang dari hati nurani yang iklas disertai
tujuan yang mulia.
Manusia tidak hanya mengenal kasih sayang . tetapi juga
mengalami dan merasakan kemesraan. Kemesraan adalah merupakan manifestasi dari
perasaan cinta kasih yang telah mendalam antara dua insan pria dan wanita.
Hubungan yang akrab antara pria dan wanita yang sedang mabuk asmara merupakan
bagian dari kemesraan. Kemesraan merupakan kelanjutan dan perwujudan dari
cinta. Kemesraan tidak terjadi hanya
dalam hubungan antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara. Akan tetapi
juga terjadi dalam keluarga sepasang suami istri, hubungan suami istri dalam
wujud kemesraan ini cinta menjadi lebih suci dan agung lagi, karena cinta yang
ada dalam hubungan suami istri ini merupakan daya pemersatu dalam alam semesta
dan kondisi utama yang memungkinkan kehidupan rumah tangga menjadi harmonis,
damai,dan sejahtera. Cinta yang agung dan suci yang menjelma menjadi kemesraan
tidak mengenal batas usia,kasta derajat, dan status sosial. Penyembahan dan
pemujaan kepada Tuhan sebagai Al Khaliq dan sebagai manusia yang diciptakan
merupakan hakekat dari kehidupan manusia. Dalam setiap agama pemujaan kepada
Tuhan mempunyai makna yang sangat penting dan luas.
Belas kasihan merupakan cinta terhadap sesama, yang
bewujudan berbeda dengan cinta kepada orang tua, pria dan wanita, dan cinta
kepada Tuhan. Adanya rasa kasihan yang tertanam dalam akhlak dalam membantu
seseoarang menjadi pemurah. Sebab sering terjadi dikotomi antara tuntutan
moralitas dan watak egois.
Seiring orang sering berpendapat bahwa belas kasihan atau cinta itu diatas
keadilan. Maksud dari pendapat tersebut adalah bahwa perilaku yang digerakkan
atau dimotivasi oleh belas kasihan itu lebih utama dari pada perbuatan yang
digerakkan oleh keadilan.
B.pokok bahasan
1) Arti hubungan
ungkapan cinta kasih
a) Arti cinta kasih
Cinta kasih merupakan paduan dua kata yang mengandung
arti psikologis yang dalam, yang sulit didefinisikan dengan rangkaian
kata-kata. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan dengan mahluk-mahluk lain. Manusia mempunyai akal,
perasaan,kehendak, dengan unsur-unsur budaya ini manusia menilai,
merasakan,menghendaki adanya kebutuhan cinta kasih.
Cinta kasih bersumber pada unsur rasa,yang merupakan
ungkapan perasaan,didukung oleh unsur karsa, yang dapat beruoa tingkah laku dan
pertimbangkan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih
tersimpul pula rasa kasih sayang,kemesraan,belas kasihan,pengabdiaan.
Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta kasih adalah
perasaankasih sayang, kemesraan belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan
dengan tingkah laku yang bertangung jawab. Tanggung jawab yang artinya akibat
yang baik, positif,berguna, saling menguntungkan ,menciptakan keserasian,
keseimbangan,dan kebahagiaan.
b) hubungan cinta kasih
Ada beberapa macam hubungan cinta kasih yang dibahas
dalam bab ini, yang di rinci sebagai berikut:
a) Cinta
kasih antara orang tua dan anak
b) Cinta
kasih antara pria dan wanita
c) Cinta
kasih antara sesama manusia
d) Cinta
kasih antara manusia dan Tuhan
e) Cinta
kasih manusia terhadap lingkunganya
Demikian berbagai
contoh perilaku manusia yang melukiskan cinta kasih sebagai kebutuhan kodrati
manusia.
c) Ungkapan
cinta kasih
Sebagaimana telah dikemukakan
sebelumnya bahwa cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan
tingkah laku, seperti dengan kata-kata atau pernyataan,dengan tulisan,dengan
gerak, atau dengan media lainnya.
Orang yang mempunyai perasaan cinta
kasih, hidupnya penuh gairah,banyak inisiatif, dan penuh kreatif bagi seniman
pelaku cinta kasih dituangkan dalam bentuk karya budaya, sehingga dapat
dinikmati pula oleh masyarakat. Cinta kasih ikut menentukan perkembangan
kepribadian dan cara berpikir manusia. Cinta kasih membangkitkan gairah hidup
dan daya kreatif manusia untuk kebahagiaan manusia. Mempelajari karay budaya
mengenai cinta
Kasih bearti
cermin kebahagiaan dimasa depan.
2.Cinta Kasih Antara Orang Tua Dan Anak
Cinta
kasih ini bermula dari seoarang ibu terhadap anaknya. Seoarang ibu yang sedang
menyusui anaknya adalah gambaran ketulusan dan cinta kasih. Apa bila tugas
terpenting keluarga adalah mengasuh dan mebesarkan dan mendidik anak, maka
sebenarnya ibu adalah tokoh utama dalam unit sosial terkecil itu. Tanpa kasih
keluarga akan goyah,masyarakat pun akan goyah, demikian diungkapkan oleh
Sapardi Djoko Damono. Dibagian lain Sapardi Djoko Damono mengungkapkan bahwa
dalam masyarakat kita biasanya yang menjadi lambang ketulusan dan cinta kasih
adalah wanita (ibu) dan anak-anak.
3. Cinta
kasih antara pria dan wanita
Cinta kasih antara pria dan wanita
merupakan titik awal timbulnya keluarga sebagai unit masyarakat terkecil dan
berkembang biak ummat manusia di muka bumi ini. Cinta kasih yang tulus antara
satu sama lain dalam ikatan perkawinan yang harmonis dilandasi oleh perasaan
sayang, kemesraan, yang merupakan kunci kebahagiaan. Kemesraan hanya akan
diperoleh apabila hubungan cinta kasih itu berlanjut terus dan memperoleh nilai
tinggi karena menyangkut martabat manusia. Cinta kasih yang tidak dilandasi
kasih sayang, kemesraan, tanggung jawab akan hancur dan justru akan menurunkan
martabat manusia itu sendiri.
4.Cinta kasih antara sesama manusia
Cinta kasih antara sesama manusia
dilandasi oleh rasa belas kasihan. Belas kasihan ini timbul karena ada penderitaan
yang dialami manusia. Penderitaan ini mengandung pengertiaan yang luas,
misalnya penderitaan karena bencana alam, bencana perang, karena sakit,karena
sudah tua,karena yatim piatu,dan lain-lain.
Cinta kasih yang di landasi belas
kasihan merupakan dasar untuk menciptakan kebersamaan,perdamaian, dan saling
menghargai.
Apabila dalam hidup manusia, cinta
kasih sudah memudar atau menghilang dari lubuk hatinya,maka akan timbul
takabur, kekejaman,kebuasan yang tiada tara,nafsu setan merajarelela,nilai-nilai
kemanusiaan diinjak-injak.
5.Cinta
kasih antara manusia dan Tuhan
Kecintaan manusia kepada Tuhan tidax
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan, karena itu manusia merasa takut kepada Tuhan.
Jika manusia mengabaikan perintah Tuhannya, ia akan memperoleh murka. Untuk itu
manusia menaruh cinta kasih kepada Tuhannya untuk wujud cinta kasih kepada
Tuhan ialah pengabdian pemujaan atau sembahyang. Dalam cinta kasih kepada Tuhan
itu tersimpul kepasrahan dan keiklasan berserah diri bahwa pengabdian,
pemujaan,sembahyang semata-mata karena Tuhannya, karena Tuhan Maha Pencipta dan
Maha Kuasa atas segalanya. Cinta kepada Tuhan bukan bearti mengharapkan balasan
surga dari Tuhan. Cinta kepada Tuhan tidak lain sebagai manifestasi kesadaran
sebagai mahluk ciptaan Tuhan dan perintahkan Tuhan untuk mengabdi dan menyembah
kepada-Nya. Cinta kepada Tuhan menurut ajaran agama adalah taqwa dan mengabdi
kepada Tuhan. Artinya menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Yang mulya
disisi Tuhan adalah orang yang taqwa kepada-Nya. Pemujaan atau sembahyang
adalah bentuk komunikasi ritual oleh manusia kepada Tuhannya. Tempat pemujaan
atau sembahyang yang terkenal sebagai kebangaan misalnya masjid istiqlal,
gereja kathedral di Jakarta, candi borobudur di Jawa Tenggah, dan lain-lain.
6.
Ada tiga macam cinta agape, Philia, Eros/Amor.
a) cinta Agape, yaitu cinta manusia
kepada Tuhan
b) cinta philia, yaitu cinta dalam
keluarga
c) cinta Eros/Amor, ialah antara pria dan
wanita.
C.Contoh
dalam kehidupan
1.kematian
Arie Hanggura kamis subuh 8 November 1984 tersebut boleh dibilang merupakan peristiwa terbesar
akan kesalahan orang tua terhadap anaknya.
2.Dalam
kehidupan, setiap orang mendambakan kebahagiaan.jasmani sehat,hidup rukun,dan
kasih mengasihi adalah modal utama kebahagiaan, namun sakit atau mati adalah
kekuasaan Tuhan.
3.suatu
karya sastra yang mengembangkan keberhasilan orang tua mendidik anaknya karena
terlalu dimanjakan adalah novel “salah asuhan” karangan Abdul Muis.
4.cinta
kasih adalah bagian dalam kehidupan manusia. Ini adalah kebutuhan kodrati.
Setiap orang, pria maupun wanita membutuhkan cinta kasih. Tetapi tidak jarang
kita dengar dalam masyarakat dan membaca atau menonton karya-karya budaya yang
melukiskankekeringan cinta dalam hidup seseorang. Kekeringan cinta diwujudkan
dalam sifat kejam kasar, tidak peduli dengan pria lawan jenisnya. Tetapi sekali
cinta mulai bersemi dihati, sifat kejam,kasar,dan tak acuh mulai memudar, kasih
sayang kemesraan mulai timbul, kehalusan,kelembutan dan keceriaan yang tampak.
D.Pengayaan
Untuk memahami tentang makna cinta kasih manusia berikut
disajikan sebuah cerpen “karya AA Navis kemudian jelaskan hubungan cinta kasih
yang terjadi dalam cerpen tersebut.
BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Pengantar
Setiap manusia pastilah
mendambakan keadilan, karena sungguh merupakan suatu yang sangat esensial
didalam kehidupan insan beradab. Begitu pentingnya keadilan dan begitu
tingginya nilai keadilan itu, sehingga kata keadilan itu selalu diserangkaikan
dengan kata kebenaran. Perjuangan hidup manusia sangat penting adalah
menegakkan keadilan dan kebenaran. Memang keadilan itu begitu tinggi nilainya
bagi kehidupan manusia, sebab dengan terlaksananya keadilan itu manusia bisa
benar-benar merasa bahwa dirinya adalah manusia.
Orang-orang yang
berbuat zalim, melampaui batas sewenang-wenang, mungkar,dan keji bearti telah
mengingkari hati nuraninya sendiri, telah meninggalkan nilai-nilai keadilan.
Diajaran agama, keadilan dinyatakan sebagai lebih dekat kepada taqwa, sehingga
orang yang imannya kuat akan sangat peka terhadap tuntutan keadilan.
Keadilan selalu mengandung unsur “penghargaan” dan “
penilaian” atau “bimbingan” oleh karena itu lah keadilan selalu dilambangkan
dengan “neraca keadilan”
Prof. Subekti SH
mengemukakan pendapat bahwa keadilan itu berasal dari Tuhan, tetapi manusia
diberi kecakapan untuk meraba atau merasakan keadaan yang dinamakan adil itu.
Perdamaian diantara manusia dipertahankan oleh hukum dengan melindungi
kepentingan-kepentingan hukum manusia tertentu,kehormatan,kemerdekaan, jiwa,
harta benda mengadakan keseimbangan diantara mereka yang sedang dan yang akan
bertentangan.
B.Keadilan
Keadilaan
merupakan dambaan setiap insan. Memang,keadilan itu lebih mudah diucapkan,
tetapi sulit untuk dilaksanakan dan dirumuskan pengertiannya. Keadilan tidak
saja dituntut dari manusia, kadang para umat pun menuntut keadilan kepada
Tuhannya.
1.Pengertian
keadilan
a.Aristoteles
menurut
Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
b.Plato
menurut
Plato dikatakan adil apabila orang itu mampu mengendalikan diri dan perasaannya
dengan akal (dengan rasionya).
c.Socrates
menurut
Socrates, keadilan tercipta bilamana setiap warga negara telah merasakan, bahwa
pemerintah telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa keadilan
diproyeksikan pada pemerintah, karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang
menentukan dimana masyarakat.(buatlah analisis)
d.Kong
Hu Cu
menurut
Kong Hu Cu “keadilan itu terjadi apabila anak sebagai anak,bapak sebagai bapak,
dan raja sebagai raja,masing-masing telah melaksanakan tugasnya.
e.Charles
E. Merriam
menurut
Merriam, keadilan terwujud dalam sistem dimana terhadap saling pengertian dan
prosedur-prosedur memberikan kepada setiap orang apa yang telah disetujui telah
dianggap patut. Dari keadilan tersebut Merriam mengumpamakan adanya sistem
nilai dalam hubungan individu didalam masyarakat agar individu setiap
individu/setiap orang memperoleh bagiannya berdasarkan nilai-nilai tersebut.
f.Prof.
I.R. Poedjowoto
menurut
Prof. I.R. Poedjowoto “keadilan adalah pengakuan dan perlakuan terhadap hak
yang sah.
g.Keadilan
menurut ajaran agama
agama
mempunyai ajran-ajaran tentang keadilan. Pelanggara terhadap salah satu atau
sebagian besar terhadap larangan-larangan agama akan beakibat dosa, pengadilan
terhadap dosa itu dilaksanakan di akhirat nanti. Namun bagi umat beragama dosa
tersebut dirasakan sebagai hukuman yang lebih berat dibandingkan sanksi hukuman
pengadilan didunia.
h.Keadilan
dan hasil seni
keadilan
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Itu lah sebabnya maka
peristiwa-peristiwa keadilan dapat daya kreativitas para seniman untuk
menciptakan karya seni, sehingga banyak kita jumpai hasil-hasil seni yang
meapresikan keadilan.
2.Berbagai
macam keadilan
a.keadilan
legal atau keadilan moral
Dalam
suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang
menurut sifat dasarnyapaling cocok baginya (the man behind the gun)
b.keadilan distributif
Aristoteles
berpendapat bahwa keadilan akan telaksana bilamana hal-hal yang sama diperlukan
secara sama dan hal-hal yang tidak sama. (Justice is done when equals are
trated equally).
c.keadilan komutatif
kwadilan
ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.bagi Aristoteles pengertian keadilan
itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan
yang bercorak ujung ektrem menjadikan ketidak adilan dan akan merusak bahkan
menghancurkan pertalian dan masyarakat.
3.keadilan sebagai kebutuhan
naluri manusia
John Locke mengemukakan bahwa
manusia itu mempunyai hak-hak ilmiah yang dimilikinya semenjak lahir. Hak
alamiah ini:
1.hak
untuk hidup
2.hak
akan kebebasan atau kemerdekaan
3.hak
akan milik,hak akan milik sesuatu
Masalah
keadilan selalu membicarakan sejauh mana individu itu mendapatkan hak-haknya
sesuai dengan kewajiban yang telah dipenuhi.
Hak-hak yang timbul dengan adanya
hak-hak asasi itu antara lain:
1.personal
right(hak asazi pribadi)
2.propety
right(hak asazi ekonomi, hak memiliki sesuatu,hak membeli/menjual barang-barang
miliknya dan lain-lain.)
3.right
of legal quality(hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan
pemerintahan).
4.political right(hak asasi politik, hak untuk ikut serta
dalam pemerintahan, hak dipilih dan memilih dan lain-lain.)
5.social
and culture right(hak untuk memilih jenis dan jenjang pendidikan serta
mengembangkan kebudayaan untuk disukai).
6.procedure
right(hak untuk mendapatkan perlakuan atau tata cara peradilan dan
perlindungan, misalnya penangkapan, penahanan,pengeledehan dan lain-lain).
Hak-hak asasi ini kemudian pada
tanggal 10 desember 1948 ditulis dalam piagam yang memuat 30 pasal diterima
sebagai “universal declaration of human right”(pernyataan sedunia tentang
hak-hak asasi manusia).
Disamping mempunyai hak-hak asasi
seperti diatas, menurut Thoma Hobbes, manusia juga mempunyai sifat-sifat yang
melekat pada dirinya,yaitu:
1.cornpetipie,
yaitu sifat untuk berlomba menguasai manusia yang lain, karena adanya rasa
takut dan khawatir ia tidak akan mendapa pujian.
2.Defentio,yaitu
sifat untuk mempertahankan diri dari membela diri.
3.Gloria,
yaitu sifat untuk dihormati,disegani dan dipuji.
4.pengertian keadilan sosial
Sila
kedua dari kelima pancasila merupakan serangkaian kata yang mempunyai arti
tersendiri.
Keadilan
sosial pengertiannya juga untuk kepentingan sosial, kepentingan bersama,
kepentingan komunal.
Keadilan
sosial ini akan berjalan bila didukung oleh sifat-sifat kebenaran,keadilan,kebaikan,kejujuran,
kesucian yang meliputi perbuatan manusia dalam kedudukannya sebagai “yang
memimpin dan yang dipimpin”atau sebagai penguasa atau sebagai rakyat.
Keadilan
sosial dalam kehidupan bangsa Indonesia dapat dijumpai pada ungkapan-ungkapan
jawa sebagai berikut:
1.teposaliro
2.sopo gawe nganggo,sopo nandur ngunduh
3.ngono ya ngono,nangging mbok ojo ngono.
4.tego larance, ora tega potine
5.wong temen tumemen,wong salah saleh.
6.sure diro jayaningrat,luhur dening pangastuti.
1.tepo
seliro,adalah sikap hidup seseorang yang telah mengangap segala perbuatan orang alin juga seperti dirinya
sendiri.
2.sopo
nggawe nganggo sopo nandur ngunduh, merupakan falsapah yang bersifat universal
dan parental.
3.ngono
yo ngono nongging ojo ngono, ungkapan ini ditujukan kepada para pembuat
keputusan,bahwa vonis yang akan dijatuhkan,janganlah hanya melihat persoalaanya
saja,tetapi hendaklah dipakai berbagai pertimbangan moral yang tinggi, perasaan
yang halus, integrasi yang tinggi dari manusia yang beradap.
4.tego
larane ora tego patine, merupakan kelanjutan dari vonis yang telah
dilanjutkan,dan apabila yang menanggung vonis tadi sengsara karenanya, maka si
pembuat vonis juga merasa terharu danberusaha menolongnya.
5,wong
temen rumemen, wong salah saleh, mengandung makna pada suatu waktu, sikap yang
jujur dan sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya, tentu saja harus ditunggu
secara sabar dan tawakal.
6.Suro
Diro Jayaningrat,lebur dening pangastuti,artinya segala keburukan,hendaknya
jangan dibalas dengan perbuatan yang konfrontatif.
C.contoh
keadilan dalam kehidupan
Bagaiman dengan seniman-seniman kita?
Sesuai dengan kapasitasnya pula,para seniman Indonesia pun sebenarnya
cukup vokal dalam menyuarakan sikap mereka akan praktek-praktek ketidakadilan.
BAB
VII
MANUSIA
DAN TANGGUNG JAWAB
A.pengantar
Hidup manusia disamping sebagai
mahluk Tuhan dan mahluk individu. Juga merupakan mahluk sosiaL, hidup dalam
lingkungan masyaraka. Disamping interaksi sosial manusia diberi tanggung jawab.
Disamping memiliki hak juga memiliki kewajiban, dituntut adanya pengabdian dan
pengorbanan.
Seseorang mau bertangung jawab
karena adanya kesadaran atau pengertian atas segala perbuatan atau akibat dari
atas kepentingan pihak lain.
Timbul tangung jawab justru karena
manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati,
artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, bahwa setiap manusia dibebani
dengan tanggung jawab.
Kewajiban atau beban itu ditunjukkan
kebaikan pihak yang berbuat itu sendiri,atau pihak lain.
B.Tanggung
jawab
1.pengertian tanggung jawab
Banyak
konsep atau definisi atau batasan mengenai tanggung jawab:
a)menurut
Ensikplopedi tanggung jawab adalah “kewajiban dalam melakukan tugas tertentu”.
b)menurut
WJS. Poerwojodarminto, tanggung jawab adalah: “suatu yang menjadi kewajiban
(keharusan) untuk dilaksanakan dibahas dan sebagainya.”
c)menurut
Drs Suryadi MP dalam buku ilmu budaya, tanggung jawab adalah kesadaran manusia
akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja,
tanggung jawab juga bearti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.”
Dari
segi filsafat, suatu tanggung jawab itu paling sedikit didukung oleh tiga unsur
yaitu:
(1)kesadaran
=cosciones yang bearti: tahu,kenal,mengerti dapat memperhitungkan arti, guna
sampai kepada soal akibat dari pada sesuati pekerjaan yang dihadapi.
(2)kecintaan=love,afestioncinta
suka menimbulkan rasa kepatuhan,kerelaan dak kesediaan untuk berkorban
contohnya:cinta kepada tanah air.
(3)keberanian=courage,bravery
Berani berbuat,berani bertanggung jawab.
Berani disini didorong oleh rasa keiklasan, tidak bersikap ragu-ragu dan takut
terhadap segala rintangan yang timbul kemidian sebagai konsekuensi dari
tindakan perbuatan.
2.
MACAM-MACAM ATAU JENIS TANGGUNG JAWAB
a.tanggung
jawab terhadap diri sendiri
tanggung jawab terhadap diri sendiri
menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam
mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
b.tanggung
jawab tehadap manusia atau masyarakat
tanggung jawab terhadqap manusia atau
masyarakat menuntut adanya kesadaran manusia untuk memenuhi kewajibannya dalam
hubungan hidup masyarakat.
c.tanggung
jawab terhadap lingkungan
tanggung jawab terhadap lingkungan
menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi kewajibannya atau pengorbanannya
dalam membina dan melestarikan lingkungan hidup yang baik,teratur dan sehat.
d.tanggung
jawab terhadap Tuhan
tanggung jawab terhadap Tuhan
menuntut kesadaran manusia untuk memenuhi kewajiban atau pengabdian terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, sebagai mahluk ciptaan Tuhan manusia harus bersyukur kepada
Tuhan atas karuniannya menciptakan manusia dan meberikan rejeki kepadanya.
3.Pengabdian
Pengabdian adalah pikiran baik yang
berupa pikiran pendapat atupun tenaga
sebagai perwujudan kesetiaan mungkin kepada pimpinan, cintamkasih sayang,
hormat atau suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh iklas.
Pengabdian ini dapat berupa pengabdian yang kita tujukan kepada
keluarga,masyarakat,danTuhan.
4.penggorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban
yang artinya memberikan secara iklas dalam wujud tertentu
seperti:harta,benda,tenaga,waktu,pikiran bahkan mungkin nyawa demi cintanya
atau ikatannya dengan sesuatu demi kesetiaan dan kebenaran.
Pengertian pengabdian dan pengorbanan
tidaklah begitu jelas karena adanya pengabdian tertentu adanya pengorbanan.
Pengorbanan merupakan akibat dari
pengabdian. Pengorban diserahkan secara iklas tanpa pamrih,tanpa ada
perjanjian,tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. Maka pengorbanan dapat
dibedakan menurut beberapa jenis yaitu pengorbanan kepada
keluarga,masyarakat,bangsa,negara,kebenaran dan kepada agama.
5.kesadaran
Kesadaran adalah keinsyafan akan
perbuatannya. Sadar artinya merasa, tahu atau ingat (kepada keadaan yang
sebenarnya), karena ingat akan dirinya (dari pingsan), siuman, bangun dari
tudur,tahu dan mengerti.misalnya rakyat telah sadar akan politik.
Jadi kesadaran adalah hati yang
telah terbuka atau pikiran dan perasaan dimana telah terbuka akan apa yang
telah dikerjakannya. Kesadaran moral dikatakan merupakan ketrbukaan hati atau
pikiran akan mengahargai hak-hak dan kewajiban orang lain, untuk berbuat yang
tidak melanggar hak dan kewajiban orang lain.
Banyak jenis kesadaran yang dialami
oleh manusia.kesadaran akan harga diri,kesadaran akan tanggung jawabnya kepada
keluarga,kesadaran atau kewajibannya kepada negara,kepada Tuhan dan sebagainya.
Kesadaran moral amatlah penting
untuk diperhatikan, karena pelangaran norma moral dapat merusak nama
c.contoh
tanggung jawab dalam kehidupan
tanggung jawab manusia terhadap
dirinya sendiri pada hakekatnya tidak mengenal jenis kelamin, angka usia,status
dan kedudukannya. Jadi bersifat universal dan sebagai manisfestasi dan upaya
pemenuhan tanggung jawab tersebut manusia berusaha mencari makan,bekerja,dan
mencari teman,menjaga kesehatan,dan lain sebagainya.
BAB
VIII
MANUSIA
DAN PENDERITAAN
A.pengantar
Manusia selama hidupnya pernah
mengalami perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan,
tidak enak, rasa sakit dan siksaan ini disebabkan manusia mempunyai perasaan
dan pikiran.
Dimanapun dan kapanpun manusia dapat
menghadapi penderitaan terutama penderitaan yang tidak disengaja.
Penderitaan manusia dapat
menumbuhkan kretivitas dalam karya-karya serta usaha manusia untuk melepaskan
penderitaan.
B.Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita
yang berasal dari bahasa sansekerta,yang bearti menahan atau menanggung,
penderitaan manusia dalam kehidupan dapat disengaja atau tidak
disengaja..tetapi sebagian besar penderitaan tidak disengaja oleh manusia
misalnya bencana kelaparan,wabah penyakit, ganguan keamanan,kecelakaan dan
lain-lain.
C.Sumber
penderitaan
Manusia mempunyai dimensi-dimensi
kebendaan(alam),individu,sosial,jiwa Tuhan dan sebagainya. Dimensi-dimensi
diatas menimbulkan berbagai kebutuhan manusia, untuk memenuhi berbagai dimensi
ini dapat ditunjukkan semakin manusia mengetahui hakekatnya dari manusia
semakin banyak jenis-jenis kebutuhannya.
Sehingga kebutuhan manusia cukup
dibedakan antara kebutuhan fisik,kebutuhan psikis, dan kebutuhan sosial.
1)kebutuhan
phisik(basic needs)meliputi makan,minum bernapas, pakaian,tempat
tinggal,seks,kesehatan dan sebagainya.
2)kebutuhan
psikis,(psichologizal needs) meliputi keindahan,kenikmatan,moral,ilmu pengetahuan,relegious
dan sebagainya.
3.kebutuhan
sosial (social needs) meliputi
pergaulan,kekeluargaan,persahabatan,berkelompok,berkomunikasi
dan sebagainya.
Penderitaan yang bersumber pada
orang lain (sosial) disebabkan manusia mengalami hambatan kegagalan hubungan
sosial antara manusia. Penderitaan pada salah satu sumber diatas akan
mempengaruhi yang lain,sehingga menyebabkan penderitaan manusia sebagai mahluk
pluralis.
Penderitaan
manusia itu dapat diperinci sebgai berikut:
a.penderitaan
yang timbul akibat perbuatan buruk manusia
b.penderitaan
karena penyakit
c.penderitaan
akibat siksaan atau azab Tuhan.
3.Rasa
Sakit
Rasa sakit adalah rasa tidak enak
bagi penderitanya. Rasa sakit dapat timbul karena adanya ganguan pada organ
tubuh manusia atau karena suatu penyakit. Penyakit telah ada sejak kehidupan
manusia.hanya banyak jenisnya mengikuti perkembangan kebudayaan manusia dan
perubahan lingkungan.
Rasa sakit dan penyakit manusia
dalam kehidupan sehari-hari dapat dibedakan tiga macam yaitu sakit phisik,sakit
saraf(jiwa) dan sakit hati.
4.siksaan
Siksaan merupakan suatu yang
mengerikan, karena kita membayangkan pihak yang kuat semena-mena terhadap
golongan yang lemah dan tidak berdaya,siksaan sering mengunakan alat penyiksa
yang menyayat hati. Siksaan dapat terjadi didunia dan diakhirat yang
disebabakan kesalahan, ketidak berdayaan atau dosa-dosa manusia.
Siksaan didunia bisa terjadi
disebabkan unsur lingkungan diluar manusia yang semata-mata bukan pihak orang
lain.banyak lingkungan almiah yang dapat menyiksa manusia antara lain suhu yang
panas, suhu terlalu dingin,kepengapan udara, dan bencana alam lainya.
Dalam kehidupan sehari-hari dizaman
modern ini masalah siksaan tidak kalah hebatnya dengan zaman dahulu.ternyata
jiwa manusia mudah kesetanan tidak peduli dengan zaman modern dalam teknologi
yang perlakuannya segera disiarkan ke penjuru dunia, dia tetap melakukan
tindakan sadis dan kejam.
5.Neraka
Siksaan yang lebih mengerikan lagi
adalah siksaan diakhirat yang sering disebut siksaan kubur.
Hampir semua manusia telah mengetahui
kehidupan akhirat baik surga maupun dineraka meskipun demikian ada kata yang
belum menyadari akan balasan dari Tuhan diakhirat. Sehingga mereka segan
melakukan perbuatan dosa. Manusia baru menyadari pada waktu menjelang maut(sakaral
maut). Meskipun salah tidak ada lagi waktu memperbaiki perbuatanya. Oleh karena
itu kita sebagai umat beragama kita timgkatkan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha
Esa untuk menghindari siksaan api neraka dan memasuki pintu surga.
6.Cara
Menghadapi Penderitaan
Setiap orang yang menghadapi
penderitaan akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari penderitaan. Para
pahlawan kita rela berkorban jiwa raganya untuk melepaskan penderitaan rakyat
daricengkraman kolonial di Indonesia sebelum merdeka.
Manusia dalam melepaskan penderitaan
dihadapakn dua kemungkinan alternatif antara sikap negatif dan sikap positif.
Sikap negatif mengarah pada antipasi terhadap penderitaan dengan cara melakukan
perbuatan-perbuatan tidak terpuji untuk melepaskan penderitaan atau dengan
kompensasi negatif.
Dengan demikian cara menghadapi
penderitaan dengan sikap positif dapat dilakukan dengan cara dibawah ini:
(1) Penyesalan
perbuatan
(2) Bertaubat
di hadapan Tuhan Yang Maha ESA
(3) Inisiatif
(4) Kompensasi
Banyak faktor yang memengaruhi untuk
mengambil sikap negatif atau sikap positif dalam melepaskan penderitaannya,
antara lain faktor agama dan keimanan, ketabahan diri,ilmu pengetahuan,usia dan
sebagainya.
C.contoh
dalam kehidupan
1.banyak macam penderitaan yang dialami
oleh manusia. Sungguh Tuhan mahakuasa. Derita menimpa orang tak memilih,siapa
saja kalau Tuhan mau menimpakan tak dapat ditolak.
2.ada
lagi contoh lain
Hampir pada setiap zaman,sastra
mempunyai peranan yang sangat penting untuk menyampaikan “the humanities” the
humanities bearti manusiawi, berbudaya dan halus.
BAB IX
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.Pengantar
Kegelisahan berasal dari kata”
gelisah”artinya rasa tidak tentram hati,tidak tenang, tidak sabar lagi merasa
cemas dan khawatir.
Kegelisahan timbul karena perbuatan sendiri
atau keadaan dari luar diri manusia. Yang memberi pengaruh psikologis yang
merugikan terhadap harta kekayaan.
Kegelisahan pada dasarnya dapat terjadi
karena suasana yang tidak pasti,karena merasa terasing,perasaan sepi dan
ancaman ultimatum terhadap diri dan terhadap seseorang.
Kegelisahan merupakan gejala
universal,yang ada pada manusia manapun.kegelisahan bersumber pada unsur rasa
dalam diri manusia, jadi bersifat psikologis/kejiwaan.
B.kegelisahan
1.jenis-jenis kegelisahan
a.kecemasan obyektif
b.kecemasan neorotik
c.kecemasan moral
2.ketidak pastian
Ketidak pastian berasal dari kata
“tidak pasti”, artinya tidak tentu,tidak tahu,tidak dapat ditentukan,tanpa arah
yang jelas tanpa asal usul yang jelas.
3.keterasingan
Keterasingan berasal dari kata” terasing” artinya
tersisih,terpisah,terpencil,dari pergaulan masyarakat.
4.kesepian
Kesepian berasal dari kata “sepi” artinya sunyi,tidak ada
orang,tidak ada apa-apa.
Kesepian dikatakan berpengaruh pada jalab hidup manusia,karena
manusia merasa terancam hak kodratnya sebagai manusia,sehingga ia merasa takut
atau khawatir akan kehilangan atau tidak memperoleh sesuatu dalam hidupnya.
C.contoh-contoh dalam
kehidupan
Ibu Rini tidak bisa tenang, makan terasa lilin minum
terasa duri,duduk tak tenangmberdiri juga tak tenang,sentar-sebentar melihat
kejalan karena anaknya yang bersrekolah di TK yang biasanya ikut jemputan umum
yang disediakan sekolah, kali ini tidak terbawa.
BAB X
MANUSIA DAN
HARAPAN
A.Pengantar
Setiap manusia yang normal mempunyai
cita-cita atau harapan dalam hidupnya.sebagai warisan sosial masyarakat,
cara-cara hidup yang diturunkan akan memberikan perangkat-parangkat kemampuan
(skill) untuk menjalankan kehidupan tetapi juga perangakt rencana bagi hubungan
antar manusia.
B.pokok-pokok
bahasan
1.kebutuhan dan harapan
Selama masih hidup,
semua orang selalu ada perasaan berharap.tercapainya keinginan seseorang dapat
ditempuh melalui beberapa macam cara, baik yang negatif ataupun yang positif
dalam arti tidak melanggar norma-norma
agama, hukum,maupun masyarakat.manusia tanpa harapan bearti manusia
hidup dalam keadaan mati. Sedangkan orang yang mau meninggalpun mempunyai
harapan yang berupa pesan-pesan kepada keluarga atau orang-orang yang paling
dekat dihatinya.
Perbuatan atau tindakan yang
mengandung motif, merupakan tindakan yang mempunyai pengharapan, artinya bahwa
tindakan-tindakan itu ditujukan pada suatu titk sasaran akhir, yaitu suatu
hasil sebagai imbalanya,imbalan dari segala usaha,jerih payah yang telah
dilakukan.
Aneka kebutuhan tersebut dapat
dipenuhi oleh seseorang individu, sehingga akan bernilai khusus bagi individu
tersebut, apakah akan memuaskan atau tidak memuaskan terhadap dirinya sendiri.
Mengenai kebutuhan individu, dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.kebutuhan organik individu meliputi:
1.)makan dan minum
2.)istrahat dan tidur
3.)sex
4.)keseimbangan suhu
5.)bernafas
6.)buang hajat
7.)dan lain-lain
b.kebutuhan
psikologis individu meliputi:
1.)bersantai
2.)kemesraan dan bercinta
3.)kepuasan altruistik
4.)kepuasan ego
5.)kehormatan
6.)kepuasan dan kebanggan mencapai tujuan
7.)dan lain-lain
Harapan selalu dilatarbelakangi oleh
kehidupan yang berfokus pada kebutuhan hidup, yang bertujuan untuk menciptakan
kemakmuran,kebahagiaan dan kebaikan. Harapan selalu menimbulkan sikap
positif,optimis,aktif dan kreatif, karena ada satu unsur yang menentukan, yaitu
diukur dengan kemampuan sendiri, usaha yang sudah dirintis itu membangkitkan
gairah untuk mengatasi kesulitan hidup.
2.percaya
diri
Kemampuan yang mendukung
usaha/perjuangan itu membangkitkan sikap”percaya diri”. Kemampuan itu meliputi
kemampuan pkiran dan kemampuan pisik. Kemampuan pikiran berhubungan dengan
kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan, sehingga dapat meramalkan dan
rencana usaha yang akan dilakukan. Kemampuan fisik berkenaan dengan tenaga,
baik tenaga sendiri maupun tenaga bantuan orang lain, dengan alat bantu maupun tidak mengunakan alat bantu(teknologi)
Kemampuan dan sikap percaya diri
membuat amnusia kreatif.imajinatif penuh inisiatif.sikap percaya diri
menebalkan iman manusia kepada Tuhan. Apabila kalau harapan itu terkabul atau
berhasil. Disini ternyata manusia telah memutuskan tali ikatan antara percaya
diri dan kemampuan dengan Tuhan yang mengendalikan segala sesuatu dari atas.
Manusia yang sadar seharusnya
bersyukur kepada Tuhan, yang telah mengabulkan segala harapannya.
Sikap percaya diri menimbulkan
keyakinan yang mantap,bahwa usaha yang dilakukan itu benar. Tetapi kebenaran
yang dimiliki manusia itu relatif, hanya kebenaran Tuhan lah yang mutlak.
3.gairah
mengatasi kesulitan
Harapan selalu dilatarbelakangi oleh
masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhan hidup. Harapan pada dasarnya
menginginkan kemakmuran dan kebaikan,yang dapat terwujud apabila disertai
dengan usaha, sebab tidak semua harapan dapat dicapai dengan mulus, tetapi
banyak rintangan dan hambatan yang menghadang dihadapannya. Untuk mencapai keberhasilan yang diharapakan,
kesulitan-kesulitan yang mengahadangnya harus diatasi, dengan cara meningkatkan
kemampuan, yang bearti memupuk sikap percaya diri dan membangkitkan gairah atau
semangat kerja.
Cara
meningkatkan kemampuan ini adalah:
1)banyak
memperoleh informasi tentang keberhasilan orang-orang tertentu
2)banyak
berkomunikasi
Kerja
keras memupuk sikap percaya diri,sehingga menimbulkan gairah mengatasi
kesulitan yang dihadapi.
C.contoh
dalam kehidupan
Rabu siang,23 oktober 1985 itu, Serda Taufik,
seorang anggota polisi dari polsek kebayoran baru,Jakarta selatan, sedang
berjaga didepan gedung PTIK jalan tirtayasa raya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir
Muhammad.(1988).Ilmu Sosial Budaya
Dasar.Jakarta:Fajar Agung.